Cara menanam Selada hidroponik

Tahap Menyemai Selada

  1. Potong rockwool kira-kira 2.5cm x 2.5cm x 2cm
  2. taruh rockwool di nampan atau semai tray
  3. basahi rockwool menggunakan air bersih (air pembuangan AC, Air isi Ulang atau air aqua, atau air nutrisi 3ml untuk 500ml )
  4. tusuk potongan rockwool di tengah nya dan masukin benih biji selada masing2 1 aja tiap rockwool.
  5. setelah semua terisi tutup dengan kresek hitam dan simpan di tempat teduh.
  6.  Buka tutup kresek hitam setalah 2 hari (biasanya benih sudah tumbuh)
  7. Bibit kenakan cahaya matahari (jangan terlalu terik) paginya saja 2-3 jam cukup.
  8. lakukan kontrol rutin rockwool agar tidak mengering selama 2 minggu.

Tahap Vegetatif (Pertumbuhan) / pindah tanam
Setelah 2 minggu selada biasanya sudah berdaun lengkap dan sudah siap untuk di pindahkan ke sistem hidroponik.
yang di perlukan kali ini adalah sistem hidroponik.
1. pindahkan potongan rockwool yang berisi tanaman tadi ke masing2 net pot. pastikan akar menyentuh air yang di bawahnya, kalo belum menyentuh bisa di gunakan bantuan sumbu flanel.

Tahap Generatif (pembesaran)
Dalam tahap ini ada yang berkesimpulan menaikkan nutrisi nya sampai 7ml untuk 500ml campuran antara nutrisi A dan B.setelah 2 minggu tahap generatif ini, selada biasanya sudah bisa di panen.

jadi untuk mempermudah menghitung waktu cara menanam selada hidropnik saya menyimpulkan yaitu: 2 minggu untuk semai, 2 minggu untuk vegetatif, dan 2 minggu untuk generatif.

untuk sementara itui saja hal  yang saya himpun untuk Cara menanam Selada hidroponik. selanjutnya nanti saya update kembali dengan foto agar lebih jelas.

Istilah hidroponik

Etiolasi adalah pertumbuhan tumbuhan yang sangat cepat di tempat gelap namun kondisi tumbuhan lemah, batang tidak kokoh, daun kecil dan tumbuhan tampak pucat. Gejala etiolasi terjadi karena ketiadaan cahaya matahari.

etiolasi termasuk salah satu gangguan pertumbuhan pada tanaman yang kekurangan sinar matahari. Kerja auksin yang terlalu berlebihan menjadikan batang hanya bertumbuh secara apikal (bertumbuh memanjang) tanpa disertai pertumbuhan lateral (pertumbuhan ke samping yang membuat batang memiliki ukuran diameter tertentu untuk menyokong beban tubuh di bagian atas).

Jika etiolasi terjadi, batang menjadi kutilang, kurus tinggi “gak” langsing… sehingga trasport sari makanan di antara organ tumbuhan tidak berjalan baik. Selain itu karena kurangnya cahaya, fotosintesis tidak berlangsung dengan baik, so tidak ada energi yang bisa dihasilkan tumbuhan untuk melakukan aktivitas pertumbuhan secara optimal. Dalam dunia pertanian, etiolasi harus dihindari agar hasil yang diperoleh pun optimal…

Kamus Hidroponik

Apakah Hidroponik itu?

Hidroponik (Inggris: hydroponic) berasal dari kata Yunani yaitu hydro yang berarti air dan ponos yang artinya daya. Hidroponik juga dikenal sebagai soilless culture atau budidaya tanaman tanpa tanah.

PENGENALAN HIDROPONIK SECARA UMUM

    1. Mengapa saya harus bertanam secara Hidroponik?Beberapa kelebihan bertanam secara hidroponik adalah produksi tanaman persatuan luas lebih banyak, tanaman tumbuh lebih cepat, pemakaian pupuk lebih hemat, pemakaian air lebih efisien, tenaga kerja yang diperlukan lebih sedikit, lingkungan kerja lebih bersih, kontrol air, hara dan pH lebih teliti, masalah hama dan penyakit tanaman dapat dikurangi serta dapat menanam tanaman di lokasi yang tidak mungkin/sulit ditanami seperti di lingkungan tanah yang miskin hara dan berbatu atau di garasi (dalam ruangan lain) dengan tambahan lampu.Sedangkan kelemahannya adalah ketersediaan dan pemeliharaan perangkat hidroponik agak sulit, memerlukan keterampilan khusus untuk menimbang dan meramu bahan kimia serta investasi awal yang relatif lebih besar.
    1. Saya baru untuk hidroponik. Apa yang saya butuhkan untuk memulai?Hidroponik adalah hobi yang menyenangkan dan memuaskan yang bersifat menantang dan bermanfaat. Untuk memulai Anda akan memerlukan sistem hidroponik, nutrisi hidroponik, media tanam hidroponik (mungkin tergantung pada jenis sistem hidroponik), sumber cahaya (alami atau buatan), waktu dan tanaman.https://www.facebook.com/groups/hidroponiku/doc/327029130640948/

Apakah Hidroponik sama dengan cara bertanam pada umumnya?

    1. Pada dasarnya sama, tetapi di dalam Hidroponik tidak mengenal tanah. Laju pertumbuhan tanaman hidroponik bisa mencapai 50% lebih cepat dibanding tanaman yang ditanam di tanah pada kondisi yang sama. Dengan Hidroponik, kita bisa melakukan penyiraman dan pemupukan sekaligus. Sehingga bisa memudahkan pekerjaan dan tepat sasaran.
    1. Dimana saja saya bisa menanam tanaman dengan cara Hidroponik?Di mana saja. Di dalam ruangan, di rumah kaca (Green House) serta di luar ruangan. Setiap tanaman dapat tumbuh dengan sistem hidroponik. Jika tersedia cukup sinar matahari/cahaya, oksigen dan air, maka hanya perlu menyediakan nutrisi, media untuk tumbuh dan benih.
    1. Apa saja yang harus saya siapkan untuk ber-Hidroponik?TARGET :
      • Tentukan tanaman yang akan kita tanam
      • Pilih sistem yang akan kita gunakan

       

      METAN (Media Tanam):

      • Arang Sekam
      • Cocopeat (Serbuk serabut kelapa)
      • Pasir Malang
      • Hydroton
      • Serbuk Kayu (optional)

       

      Note : Setiap metan memiliki sifat tertentu, tidak harus semua tersedia, bisa salah satu atau campuran lebih dari satu, tergantung pada jenis dan ukuran tanaman, kebutuhan air, dll.

       

      Karakteristik media tanam : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=3833056003635&set=oa.497830783560781&type=1&theater

 

    1. Apakah Hidroponik adalah Organik?Ada perdebatan yang sangat populer tentang nilai “organik” seputar pupuk dan metode. Banyak orang ingin menerapkan “organik” untuk hidroponik. Saat diterima komponen pupuk organik tergantung pada organisme dalam tanah untuk mengkonversi “organik” bahan ke dalam bentuk yang bisa digunakan bagi tanaman.Dalam hidroponik terdapat mineral yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman secara langsung dan lengkap, sepenuhnya menghilangkan kebutuhan untuk organisme tanah dan tanah. Hasilnya adalah tingkat pertumbuhan yang jauh lebih tinggi dan hasil, dan lebih baik daripada metode kualitas tanaman organik dapat mencapai.Ada beberapa artikel tentang perbandingan Hidroponik dan Organik :
    1. Betulkah tanaman Hidroponik tumbuh lebih baik daripada yang ditanam di tanah? Mengapa?Betul. Produk hidroponik lebih bersih daripada tanaman yang ditanam dengan tanah dan tanaman memiliki kemampuan untuk menyesuaikan pakan unsur hara bagi pertumbuhan dan hasil maksimal dalam waktu singkat.
    1. Bagaimana rasa produk tanaman Hidroponik?Produk hidroponik memiliki kelebihan dari segi rasa dan gizi dibandingkan produk tanaman yang ditanam di tanah. Hal ini karena semua nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman tersedia ketika tanaman bertumbuh.
    1. Tolong jelaskan sedikit lebih detail, berbagai elemen yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman?Tentu saja. Sekitar 160 tahun yang lalu para ilmuwan menentukan bahwa sepuluh elemen yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman. Tiga dari sepuluh diberikan oleh udara dan air:
      • karbon (C)
      • hidrogen (H)
      • oksigen (O)

      Yang lain :

      • nitrogen (N)
      • fosfor (P)
      • kalium (K)
      • kalsium (Ca)
      • magnesium (Mg)
      • sulfur (S)
      • besi (Fe)

      Yang diperoleh oleh tanaman dari tanah atau media tumbuh lainnya. Enam elemen tambahan telah ditentukan penting untuk pertumbuhan tanaman :

      • mangan (Mn)
      • seng (Zn)
      • tembaga (Cu)
      • boron (B)
      • molibdenum (Mb)
      • klorin (C1).
  1. Bagaimanakah cara pemupukan pada sistem hydroponic?Silahkan baca bagian SISTEM HIDROPONIK point. 1

SISTEM HIDROPONIK

    1. Saya tidak paham dengan Sistem Hidroponik. Bagaimana penjelasan semua sistem Hidroponik itu? Terdapat 6 dasar dari sistem hidroponik, yaitu :
        • Sistem Sumbu (Wick)Adalah tipe hidroponik yang paling sederhana. Sistem ini adalah sistem pasif, yang artinya tidak ada sistem yang bergerak. Larutan nutrisi diserap oleh media tanam dari tandon menggunakan sumbu (memanfaatkan daya kapilaritas sumbu). Sistem ini dapat menggunakan bermacam-macam media tanam, diantaranya: Perlite, Vermiculite, Pro-Mix, dan Sabut Kelapa.https://www.facebook.com/groups/hidroponiku/doc/325357380808123/
        • Sistem Kultur Air (Water culture)Adalah sistem yang paling sederhana dari semua sistem hidroponik aktif. Penopang tanaman biasanya dibuat dari styrofoam dan mengapung langsung di atas permukaan larutan nutrisi. Sebuah pompa udara menyediakan udara melalui batu angin yang membuat banyak gelembung udara dalam larutan nutrisi dan menyediakan oksigen bagi akar tanaman.
        • Sistem Pasang Surut (Ebb and Flow / Flood and Drain)Adalah sistem yang cocok untuk digunakan bersama berbagai macam media tanam. Seluruh wadah pertumbuhan dapat diisi dengan batu-batuan, kerikil, atau butiran rockwool.Kebanyakan orang menggunakan pot-pot satuan yang diisi dengan media tanaman, hal ini memudahkan untuk memindahkan tanaman dan memasukkan tanaman ke dalam sistem.
        • Sistem Fertigasi (Fertilizer + Drip Irrigation)Merupakan sistem yang paling luas digunakan di dunia. Sistem ini adalah pengembangan dari Drip Irrigation (Irigasi tetes) dimana tanaman disiram dengan cara meneteskan air. Modifikasi yang dimaksud adalah, pada Sistem Fertigasi, tanaman tidak hanya diberi pengairan berupa tetesan air saja, tetapi air yang diteteskan juga dicampur dengan nutrisi.Dengan demikian dalam setiap tetes air sudah terdapat nutrisi lengkap. Pengoperasiannya mudah, pengatur waktu mengontrol pompa dalam air. Pengatur waktu menyalakan pompa dan larutan nutrisi menetes pada pusat tiap tanaman dari selang penetes kecil.Pada sistem tertutup, kelebihan larutan nutrisi yang mengalir akan ditampung kembali ke dalam tandon untuk dipakai kembali. Untuk sistem Drip Irrigation larutan nutrisi yang berlebihan tidak diserap kembali.

          * Selanjutnya, istilah “Drip Irrigation” digunakan bila air yg diteteskan TIDAK mengandung nutrisi, dan istilah “Fertigasi” bila air yang diteteskan sudah dicampur nutrisi.

        • Sistem NFT (Nutrient Film Technique)Ini adalah teknik dimana aliran larutan nutrisi diberikan melalui aliran / saluran pipa yang sangat dangkal. Air yang mengandung semua nutrisi terlarut diberikan secara terus menerus selama 24 jam.Dalam sistem ini idealnya kedalaman aliran sirkulasi harus sangat dangkal, atau tipis seperti kata film disana yang berarti lapisan tipis, atau air lebih sedikit. Hal ini memastikan agar perakaran akan selalu mendapatkan air dan juga nutrisi, sistem ini memberikan limpahan oksigen kepada akar tanaman.Sistem NFT dirancang berdasarkan pada kemiringan saluran yang tepat, laju aliran yang tepat, dan panjang saluran yang tepat. Keuntungan utama dari sistem NFT dari sistem lain adalah bahwa akar tanaman yang terkena kecukupan pasokan air, oksigen dan nutrisi.

          Namun banyak para pelaku pada sistem ini memiliki kekhawatiran dimana saat jaringan listrik mati (PLN) tanaman tidak mendapatkan air / larutan nutrisi. Sehingga banyak di modifikasi agar selama aliran listrik mati tanaman masih mendapatkan air nutrisi dengan cara membuat sekatan atau tanggul.

          https://www.facebook.com/groups/hidroponiku/doc/318626708147857/

      • Sistem AeroponikAdalah sistem hidroponik yang menggunakan teknologi tinggi. Seperti pada sistem NFT diatas, media tanamnya udara. Akar-akar menggantung di udara dikabutkan oleh larutan nutrisi.Pengabutan ini biasanya dilakukan setiap beberapa menit sekali. Karena akar-akar terekpos di udara seperti pada sistem NFT, akar-akar bisa cepat mengering jika pengaturan pengabutan tergangguhttps://www.facebook.com/groups/hidroponiku/doc/343774085633119/

 

    1. Apa saja sistem yang ada pada Hidroponik?Sistem hidroponik bisa dikategorikan  menjadi dua yaitu sistem aktif dan pasif :
        • Sistem hidroponik aktif /dinamisDimana larutan larutan dibuat bergerak bersirkulasi dengan menggunakan pompa.Contoh : DFT (Deep Flow Technique), NFT (Nutrient Film Technique), Water Culture dan Aeroponik.Kelebihan sistem aktif :

          Akibat larutan yang bersirkulasi, dengan sendirinya larutan menjadi kaya akan oksigen terlarut.

          Kekurangan sistem aktif :

          Investasi awal relatif lebih mahal dan set up sistem lebih rumit.

      • Sistem hidroponik pasif /statis bergantung pada gaya kapilaritas dari media tumbuh.Contoh : Wicks (Sumbu) dan Rakit Apung.

      Dalam sistem pasif, larutan kaya nutrisi diserap oleh medium dan diteruskan ke akar tanaman.Kekurangan dari metode ini adalah ketidakmampuan untuk memberikan cukup  oksigen melalui akar untuk mendukung pertumbuhan terbaik tanaman. Untuk lebih optimal bisa dibantu dengan aerasi gelembung udara dengan menggunakan aerator/bubbler seperti pada aquarium.

      Cukup baik untuk tanaman sayuran daun, tidak direkomendasi untuk tanaman buah dan berukuran besar.

      Selain itu, sistem hidroponik juga dapat dibedakan menjadi dapat di-Recovery (Terbuka) dan Non-Recovery (Tertutup).

      • Dalam  sistem recovery, larutan nutrisi di-sirkulasikan untuk digunakan kembaliContoh : NFT (Nutrient Film Technique), DFT (Deep Flow Technique) dan modifikasi NFT.
      • Dalam sistem non-recovery, larutan nutrisi tidak digunakan  kembali
    1. Kalau saya pakai sistem NFT, apakah listrik harus menyala selama 24 jam?Tanaman membutuhkan jam istirahat antara 7-8 jam dari 24 jam sehari, selama jam istirahat tanaman tidak menyerap unsur hara, namun kelembaban media harus tetap terjaga agar perakaran tidak mengalami kekeringan yang menyebabkan tanaman layu karena rusak perakaran.Jika dibiarkan terlalu lama tentunya akan tidak baik, ada kemungkinan tanaman pun mati, jadi saat malam kalau pada sistem NFT tidak menggunakan tanggul aliran pompa perlu dijalankan.
    1. Bagaimana cara saya membersihkan lumut yang tumbuh melekat di pipa/ember/selang plastik?Cara termudah untuk membersihkan lumut adalah untuk merendam pipa/ember/selang plastik ke dalam air panas. Anda dapat menambahkan 1 sendok makan pemutih per galon sebagai pembersih. Bila menggunakan sistem NFT, jalankan seperti biasanya (Setelah perendaman).Ini membersihkan lumut yang tumbuh di dalam pipa/selang yang sulit kita jamah. Atau pipa/ember/selang plastik direndam dalam larutan pemutih, dibilas secara menyeluruh, dikeringkan, dan disimpan untuk pembersihan berikutnya (bilas air bersih).
    1. Gambar beberapa sistem Hidroponikhttps://www.facebook.com/groups/hidroponiku/505121662831693/

 

    1. Penjelasan lengkap seputar Sistem Hidroponikhttps://www.facebook.com/groups/hidroponiku/doc/291484274195434/
    1. 10 Sistem Hidroponik https://www.facebook.com/groups/hidroponiku/468912806452579/

SEPUTAR NUTRISI HIDROPONIK

    1. Apakah yang dimaksud dengan Nutrisi Hidroponik? Nutrisi hidroponik ini adalah pupuk hidroponik lengkap yang mengadung semua unsur hara makro dan mikro yang diperlukan tanaman hidroponik. Pupuk tersebut di-formulasi secara khusus sesuai dengan jenis dan fase pertumbuhan tanaman.NUTRISI HIDROPONIK tersedia untuk berbagai jenis tanaman seperti paprika atau cabai, tomat, melon, timun, terong, selada, anggrek, mawar, krisan, anturium dan lain-lain.

 

    1. Mengapa nutrisi Hidroponik lebih baik daripada nutrisi/pupuk lainnya?Dalam sistem hidroponik tanah tidak digunakan sebagai media tumbuh, tetapi diganti dengan media lain seperti arang sekam, cocopeat atau material lainnya selain tanah. Media tanam tersebut tidak mengandung unsur hara yang cukup oleh sebab itu kita harus memberikannya kepada tanaman melalui pupuk (dalam hidroponik istilah pupuk disebut juga nutrisi hidroponik).Kita harus menghitung secara cermat jumlah dari masing-masing unsur hara sesuai dengan kebutuhan masing-masing tanaman. Hal ini bukanlah sesuatu yang mudah.

       

      Bagi Anda yang menyukai sistem budidaya secara hidroponik, baik komersial maupun hanya sekedar hobi, Anda tidak usah repot dengan semua hitungan-hitungan tersebut karena Anda bisa menggunakan pupuk siap pakai yaitu pupuk NUTRISI HIDROPONIK A dan B MIX.

 

    1. Apa saja yang terkandung dalam nutrisi hydroponic?Nutrisi Hidroponic terdiri dari unsur Makro dan Mikro yang berbentuk garam2 mineral yang larut 100% pada airhttps://www.facebook.com/groups/hidroponiku/doc/324066927603835/

 

    1. Apa sajakah unsur Makro dan Mikro itu?Unsur Makro dan Mikro beserta fungsinya bagi tanaman dapat dilihat pada file:https://www.facebook.com/groups/hidroponiku/doc/543290182348174/

 

    1. Dapatkah nutrisi Hidroponik diaplikasikan ke tanah?Tentu saja bisa. Semua campuran yang terkandung dalam nutrisi adalah unsur-unsur yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman. Mulailah dengan aturan dasar penggunaan nutrisi Hidroponik yang tertera di labelnya kemudian sesuaikan dengan kebutuhan dan masa Vegetatif dan Generatif tanaman.

 

    1. Apakah saya perlu untuk mengeringkan wadah jika saya menggunakan sistem Wicks dan Rakit Apung?Ya. Reservoir harus dikeringkan dan dibilas setiap 7-14 hari, tergantung pada ukuran tanaman dan penggunaan nutrisi. Ini jelas harus dikuras dan dibersihkan setiap kali Anda mengubah rumus rasio nutrisi. Ini juga merupakan ide yang baik untuk bilas media tanaman setiap kali reservoir dibersihkan. Endapan garam nutrisi akan cenderung menumpuk pada media tumbuh.

 

 

PENYESUAIAN pH

 

    1. Apakah pH itu?pH adalah ukuran keasaman / kebasaan suatu larutan.

 

    1. Dapatkah Anda menjelaskan hal ini secara rinci sedikit lebih?Secara khusus, pH adalah ukuran + ion hidronium H3O. Hal ini didasarkan pada skala logaritmik dari 0 sampai 14. Air murni memiliki pH 7,0.Jika pH kurang dari 7, maka air tersebut bersifat asam. Jika pH lebih besar dari 7 bersifat alkalis. Karena skala adalah logaritmik dan tidak linear, pH 6 menunjukkan sepuluh kali lebih proton H dari pH 7, dan pH 5 menunjukkan proton 10 kali lebih dari pH 6.

 

    1. Apa pH yang terbaik untuk tumbuh tanaman hidroponik?Rentang pH ideal untuk tanaman hidroponik adalah antara 5,5 dan 6,5.

 

    1. Bagaimana tingkat pH mempengaruhi pertumbuhan tanaman?pH sangat penting karena mempengaruhi ketersediaan dan penyerapan beberapa unsur atom 16 yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman.Penyerapan maksimum elemen ini ditemukan pada pembacaan pH 5.5 sampai 6.5. Ketika pH turun di bawah kisaran ini banyak unsur makro (N, P, K, dll) memiliki ketersediaan yang kurang, dan penyerapan nutrisi mikro dapat mencapai tingkat beracun.

 

    1. Bagaimana cara mengubah pH?pH disesuaikan dengan menggunakan asam untuk menurunkan (DOWN) atau alkali untuk meningkatkan (UP)PH ‘Down dan pH Up dirancang untuk tujuan ini.Banyak asam dan basa yang sangat korosif dan berbahaya, sehingga harus berhati-hati digunakan jika Anda tidak menggunakan produk berlabel untuk digunakan dalam hidroponik.

 

    1. Bagaimana cara (spesifik) saya menurunkan/menaikkan pH?Solusi jangka pendek dengan menggunakan asam sitrat (yang mendegradasi dalam larutan) atau asam sulfat yang dibuat untuk baterai mobil. Berhati-hatilah dengan asam ini. Cuka juga akan bekerja, tetapi umumnya, efek bersifat jangka pendek.Sedangkan untuk menaikkan pH, anda bisa menggunakan baking soda.

 

    1. Seberapa sering saya harus memeriksa tingkat pH saya?Ketika pertama kali memulai, itu adalah ide yang baik untuk mengukur pH air setiap hari, sampai Anda bisa merasakan sistem anda. Ukur air Anda dan kemudian menambahkan nutrisi Anda. Dalam waktu satu jam memeriksa pH dan menyesuaikan aturan yang dikehendaki. Ulangi proses ini sampai pH stabil.Sering pH tetap dalam kisaran yang diinginkan untuk waktu yang cukup lama, dan kemudian dengan cepat naik atau turun secara ekstrem. Biasanya hal ini merupakan indikasi dari kebutuhan untuk melakukan perubahan nutrisi.

       

      Jika Anda menggunakan air keras, pH memiliki kecenderungan untuk naik di atas 7,5. Kadang-kadang hal ini dapat dinetralkan dengan asam, meskipun salah satu mungkin mempertimbangkan menambahkan unit reverse osmosis dalam kasus yang ekstrim.

 

    1. Berapa banyak pH Up / Down yang dibutuhkan per galon?Mulailah dengan satu mililiter per galon. Tunggu 15 Untuk 30 menit, dan menguji air Anda lagi. Sering Anda hanya perlu 1 sampai 2 ml pH Up / Down per galon air. Anda mungkin perlu tambahan pH Up/ Down jika Anda memiliki air keras.

 

  1. PH dalam sistem saya turun di bawah 4 setiap beberapa hari setelah membersihkan dan mengisi. Bagaimana cara meningkatkan pH dan menstabilkan itu?Cara termudah adalah untuk terus menambahkan pH Up. Hal ini umumnya baik karena unsur lain yang ditambahkan adalah ion kalium. Kalium adalah unsur tertinggi dalam nutrisi hidroponik. Terkadang pH akan crashkarena adanya sejumlah besar aktivitas mikroba dalam larutan nutrisi.Ini biasanya merupakan hasil dari pemeliharaan yang buruk dari sistem akibat perubahan nutrisi jarang terjadi atau tekanan lainnya. Cara terbaik untuk menghindari skenario ini adalah untuk tetap menjaga sistem bersih dengan gizi yang cukup.

 

 

SEPUTAR (METAN) MEDIA TANAM

 

    1. Apakah Arang Sekam itu?Sekbak adalah akronim dari sekam bakar alias arang sekam. Sekbak dibuat dari sekam yang dibakar menjadi arang, cukup menjadi arang saja, artinya tidak dibakar habis hingga menjadi abu. Abu sekam atau lebih populer disebut abu gosok adalah salah satu bahan yang dipergunakan oleh para ibu sebagai pencuci alat-alat dapur bukan sebagai media semai (mesem) ataupun media tanam (metan).Selain dibakar, sekam bisa juga disangrai ataupun dioven. Pembakaran sekam ini dimaksudkan untuk membunuh semua jenis benih padi ataupun gulma yang ikut tercampur di dalam sekam. Selain itu yang lebih penting adalah membunuh spora jamur dan jasad renik/organik/penyakit pengganggu yang tidak dibutuhkan oleh tanaman, bahkan bisa menyebabkan tanaman tidak tumbuh normal ataupun mati.

       

      Sekam bakar bersamaan dengan cocopeat dipergunakan baik sebagai mesem maupun metan pada pertanian dengan sistem hidroponik. Sementara pertanian hidroponik sendiri adalah sistem pertanian yang tidak menggunakan media tanah, pupuk kandang, pupuk organik cair (POC) dan sejenisnya. Pertanian hidroponik hanya mengandalkan nutrisi yang diberikan untuk tanaman dalam hal ini kita menggunakan pupuk AB mix.

 

    1. Apakah Coco Peat itu?Cocopeat atau serbuk sabut kelapa adalah sabut kelapa yang sudah digiling halus. Cocopeat yang dijual karungan atau tanpa merk biasanya dibuat tanpa menghilangkan racun tanin yang terkandung dalam sabut kelapa. Racun tanin ini tidak diperlukan sama sekali dalam pertanian hidroponik bahkan menjadi zat pengganggu pertumbuhan tanaman.Untuk menghilangkan racun tanin sebetulnya cukup mudah. Masukkan cocopeat kedalam karung dimana air bisa bebas masuk dan keluar. Isi 3/4 karung atau kurang dan ikat ujungnya hingga cocopeat tidak terlalu padat dan mudah tercampur air. Rendamlah karung cocopeat di dalam air mengalir, tidak perlu mengalir deras, cukup atur kran dari air menetes hingga mengalir pelan selama beberapa selama hari. Sering2lah menekan atau membalik karung tersebut sehingga air di dalam karung berganti dengan air bersih. Apabila air sudah titak berwara merah lagi (jernih), angkat cocopeat dan jemur di terik matahari. Setelah kering cocopeat siap dipakai.

 

 

SEPUTAR AIR

 

    1. Bagaimanakah kriteria air yang cocok untuk hydroponic?Pada umumnya air yang dapat dikonsumsi/diminum bisa digunakan untuk hydroponic, namun ada baiknya mengukur besaran ppm dan pH air tersebut, hal ini disebabkan karena beda daerah kandungan air tanahnya berbeda pula.

 

    1. Apakah air hujan, air ledeng/PAM dan air mineral kemasan dapat dipakai?Air hujan dapat dipakai karena biasanya kandungan TDSnya rendah, namun jangan lupa mengukur pHnya karena biasanya cenderung asam. Air ledeng/PAM pada umumnya mengandung Chlorine berlebih akibat dari proses menjernihkan dan mematikan microba di Instalasi penjernihan PAM.Air mineral kemasan dapat diminum, namun biasanya dihindari, selain kurang ekonomis, juga mengandung mineral yg bisa saja menjadi berlebihan bagi tanaman setelah dicampur dengan nutrisi hydroponic.

 

    1. Seberapa penting adalah kualitas air di hidroponik?Air yang mengandung kalsium dan magnesium terlalu banyak (disebut “Kekerasan total”) dapat menimbulkan masalah yang serius. Jika Anda menggunakan air sumur, banyak laboratorium yang bisa memberi analisis jika Anda mengirim mereka sampel.Jika garam terlarut dalam ukuran pasokan air Anda 200 ppm atau lebih, sangat disarankan agar Anda mendapatkan analisis air untuk menentukan kadar kalsium. Kalsium yang berlebihan merupakan faktor utama dalam menentukan apakah air Anda sulit.

       

      Jika analisis pasokan air Anda mengungkapkan bahwa kandungan Kalsium pasokan air Anda lebih besar dari 70 ppm (mg / liter) Anda harus menggunakan filter air RO.

       

      Pilihan lain adalah mengumpulkan air hujan, menginstal sistem osmosis terbalik filtrasi, atau menggunakan air murni. Jangan gunakan mineral karena akan memberikan efek ketidakseimbangan larutan nutrisi, atau bahkan menjadi racun bagi tanaman.

 

    1. Air di rumah mengandung Klorin, apakah bermasalah?Klorin sangat mudah menguap, menguap secepat hits udara. Pada saat larutan nutrisi mencapai akar, klorin hilang. Dalam air PAM, Klorin tidak akan membunuh tanaman karena masih diambang batas, ini biasa digunakan untuk melawan jamur dan kuman

 

    1. Akar juga membutuhkan oksigen. Bagaimana mereka mendapatkannya?Dalam sistem hidroponik, akar menerima oksigen dari udara yang mengelilingi mereka, serta dari oksigen yang dilarutkan dalam larutan nutrisi. Media yang tepat dapat memainkan peran penting dalam proses ini.

 

    1. Bagaimana dengan suhu air?Suhu larutan nutrisi harus dalam kisaran 65 sampai 80 derajat Fahrenheit (18 sampai 26 derajat Celcius). Adalah ide yang baik jika anda menyimpan air ke dalam wadah/paralon terlebih dahulu untuk mendapatkan suhu yang sama dengan wadah.Tanaman tidak suka perubahan suhu yang cepat, terutama di zona akar. Pemanas akuarium dapat digunakan untuk menghangatkan larutan nutrisi di musim dingin, dan mencari “pendingin” untuk mendinginkan solusi di musim panas jika suhu tinggi menjadi masalah.

 

 

TDS, EC, PPM, Millisiemens – Kekuatan Gizi Dan Pengukuran

 

    1. Apakah TDS itu?TDS adalah singkatan dari Total Dilluted Solids, atau total padatan terlarut. Alat ukur TDA disebut TDS meter, alat tsb digunakan mengukur jumlah padatan terlarut pada suatu cairan (air) baik yang berupa non organik (mineral) maupun yang organik.Dalam hal menyiapkan nutrisi untuk tanaman, dengan mengukur TDS, maka dapatdiperkirakan kecukupan nutrisi/kepekatan larutan yg disiapkan untuk tanaman tertentu. Satuan TDS adalah ppm.

 

    1. Lalu ppm itu apa?PPM adalah singkatan dari Parts Per Million atau se per satu juta.Part per million (ppm) adalah salah satu satuan konsentrasi yang menyatakan perbandingan bagain dalam satu juta bagian yang lain. Satuan ini biasanya banyak dipakai dalam kimia analisa untuk menytakan satuan konsentrasi senyawa misal banyaknya polutan dalam air sungai atau banyaknya kandungan zat dalam air minum.Seperti prosentase yang menyatakan banyaknya bagian dalam seratus bagian yang lain begitu juga dengan satuan ppm. Anda akan lebih mudah memahami ppm dari definisinya yaitu bagian per satu juta bagian bila anda tidak bisa membayangkan maka ppm bisa dianggap sebagai mg/Kg.

ppm = mg/Kg

kenapa ingat 1 Kg = 1000.000 mg jadi bagian per sejuta bagian kan?

 

Contoh : Kandungan Cr dalam nutrisi Hidroponik adalah 50 ppm artinya terdapat 50 mg Cr dalam 1 Kg nutrisi.

 

    1. Apakah EC itu?EC adalah singkatan dari Electro Conductivity, atau daya hantar listrik. Pengukuran yang dilakukan menggunakan metoda Electrical Conductivity, dimana dua buah probe dihubungkan ke larutan yang akan diukur, kemudian dengan rangkaian pemprosesan sinyal diharapkan bisa mengeluarkan output yang menunjukkan besar konduktifitas larutan tersebut, yang jika dikalikan dengan factor konversi maka akan kita dapatkan nilai kualitas air tersebut dalam TDS atau PPM.

 

    1. Bagaimana cara mengkonversi antara TDS dan pembacaan EC? Untuk mendapatkan nilai natrium klorida perkiraan TDS, kalikan pembacaan EC (dalam milliSiemens / cm) dengan 1000 dan dibagi dengan 2.Untuk mendapatkan nilai EC, kalikan pembacaan ppm dengan 2 dan membagi dengan 1000. 

      Jadi, jika EC=1, maka :  1 * 1000/2 = 500 ppm

       

      Dan jika ppm=500, maka :   500 * 2/1000 = 1 EC

 

    1. Bagaimana hubungan antara PPM, TDS dan EC?1 μS/cm = 1 x 10-6 S/cm1 S/cm = 1 Mho/cm1 μS/cm = 0.5 ppm

      1 ppm = 2 μS/cm

       

      2K ppm = 4K μS/cm = 4 mS/cm = ¼K Ohm = 250 Ohm

      250 ppm = 0,5K μS/cm = 0,5 mS/cm = 1/0,5K Ohm = 2K Ohm

      10 ppm = 20 μS/cm = 1/20M Ohm = 0,05M Ohm = 50K Ohm

       

      Sehingga dapat disimpulkan bahwa TDS meter adalah suatu alat teknologi yang digunakan untuk mengetahui jumlah zat terlarut (baik itu zat organic maupun anorganic, misal : garam, dll) yang terdapat pada sebuah larutan (dalam hal ini meggunakan metode Electrical Conductivity).

 

  1. Bagaimana dengan udara segar?Ventilasi sering diabaikan dan dianggap tidak bermasalah. Tanaman menyerap nutrisi ketika molekul air dalam bernafas daun (yaitu menguap). Ventilasi yang lebih baik membantu tingkat transpirasi yang tinggi, yang diterjemahkan ke dalam tingkat yang lebih besar dari serapan hara. Ingat bahwa ventilasi udara berarti perubahan, bukan hanya bertiup sekitar ruang (sirkulasi).

Sumber: https://www.facebook.com/notes/komunitas-hidroponik-surabaya-khs/tentang-hidroponik-faq-hidroponik/1474036792853330?_rdr=p#